Langsung ke konten utama

Aksi Nyata Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Pemimpin Pembalajaran

  • Koordinasi dengan Kepala Sekolah Terkait Rencana Aksi Nyata Berbagi Modul 3.1

Sebelum saya melaksanakan aksi nyata berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait materi pada modul 3.1, Saya terlebih dahulu melakukan diskusi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat, tentang waktu yang tepat (sesuai kesepakatan bersama) untuk kegiatan berbagi.

  • Berbagi Pengetahuan tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Pemimpin Pembelajaran

Berikut ini adalah refleksi pelaksanaan kegiatan berbagi dengan rekan sejawat.

FACT (PERISTIWA)

Dalam kegiatan berbagi terkait materi modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya mentransfer pengetahuan yang saya peroleh dari pendidikan guru penggerak, kemudian mengajak mereka bersama dengan kepala sekolah untuk membahas tentang masalah yang terjadi pada murid kelas 7 di mana murid tersebut belum bisa membaca. Bagaimana keputusan yang akan diambil pada saat kenaikan kelas yang sebentar lagi akan tiba.

Kasus nyata yang ada di sekolah, sekaligus menjadi sarana kami mempraktikkan materi yaitu paradigma dilema etika, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengujian keputusan. Setelah menganalisis berdasarkan langkah-langkah pengambilan keputusan dan paradigma serta prinsip yang ada, pada akhirnya kami semua sepakat mengambil keputusan akan tetap menaikkan murid tersebut ke kelas 8. Dengan menggunakan prinsip keadilan lawan rasa kasihan, serta melalui 9 langkah pengujian keputusan, bahwa lebih baik menaikkan murid tersebut, dari pada anak tersebut berhenti sekolah (jika tidak naik kelas). Keputusan ini juga memiliki konsekuensi terhadap semua guru, bahwa murid tersebut tetap harus dibimbing secara intensif untuk mengejar ketertinggalan dengan teman yang lain. Untuk itu, dewan guru sepakat untuk memberikan bimbingan tambahan sehingga anak tersebut bisa membaca dengan lancar


Aksi nyata berbagi dengan rekan sejawat

 FEELINGS (PERASAAN)

Awalnya saya merasa khawatir dan akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan aksi nyata berbagi ini, namun Setelah melaksanakan praktik berbagi pengetahuan dengan rekan guru, sekaligus telah mengambil keputusan bersama terhadap kasus yang terjadi pada murid kelas 7, saya merasa lega dan lebih percaya diri dalam menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Keputusan yang telah ditentukan setidaknya telah melalui berbagai pertimbangan dan pengujian dan diharapkan itu merupakan keputusan yang terbaik. Saya merasa langkah-langkah dalam pengambilan keputusan berbasis pemimpin pembelajaran dapat diterapkan pada kasus-kasus yang lain yang terjadi di sekolah, yang mengandung unsur dilema etika, langkah-langkah ini akan saya lakukan sehingga saya menjadi lebih terampil dalam mengambil keputusan.

FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Dari kegiatan berbagi dan mengambil keputusan yang telah saya lakukan bersama dengan rekan sejawat dan kepala sekolah, saya mengambil banyak pembelajaran secara langsung tentang pengambilan keputusan. Awal baik dari sebuah perubahan adalah kolaborasi dan komunikasi. Dari kolaborasi dan komunikasi, dapat menyamakan persepsi  dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah-langkah perubahan. Setiap permasalahan yang terjadi, bila dimusyawarahkan bersama, dan membahasnya secara terbuka berdasarkan prinsip pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab pasti akan menemukan solusi. Saya menjadi semakin yakin dan percaya bahwa kolaborasi dengan dewan guru dan bahkan dengan orang tua murid yang terjalin baik akan dapat mengatasi permasalahan yang ada berkaitan dengan pembelajaran murid, baik akademik maupun non akademik akan dapat teratasi dengan baik.

FUTURE (PERUBAHAN)

Ke depan  saya akan lebih banyak menerapkan prinsip-prinsip dan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Saya juga akan mengajak rekan sejawat dan khususnya kepala sekolah untuk mempraktikkan langkah pengambilan keputusan dengan lebih baik lagi. Hal ini tentunya akan berpengaruh nyata terhadap setiap keputusan sekolah, yang harapannya akan lebih berpihak pada murid.

Komentar